Ahlan Wa Sahlan




Assalamu'alaikum, sahabat. Silahkan melihat - lihat !! Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalam.

Sabtu, 31 Januari 2009

Selasa, 09 Desember 2008

How to Build Self Confidence

You want to be confident and feel confident, but what if you’re starting with little or no confidence? How do you get from Point A to Point B? True self-confidence isn’t an overnight acquisition. It takes dedication to realize you are a good human being that is worthy of respect and love.

There are any steps recommended, namely:

1. Recognize your insecurities. What does that voice in the back of your mind say? What makes you ashamed of yourself? This could be anything from acne, to regrets, or friends at school. Whatever is making you feel unworthy, ashamed, or inferior, identify it, give it a name, and write it down.

2. Talk about it with friends and loved ones. Wear it on your sleeve. Each day you should chip away at it; wear it down. There’s no quick fix. Get to the root of the problem; focus on it and understand that you need to resolve each issue before you can move on.

3. Remember that no one is perfect. Even the most confident people have insecurities. At some point in any of our lives, we may feel we lack something. That is reality. Learn that life is full of bumps down the road.

4. Identify your successes. Everyone is good at something, so discover the things at which you excel, then focus on your talents. Give yourself permission to take pride in them. Give yourself credit for your successes. Inferiority is a state of mind in which you’ve declared yourself a victim. Do not allow yourself to be victimized. Express yourself, whether it’s through art, music, writing, etc. Find something you enjoy. Everyone is born with talents and strengths. You can develop and excel in yours. If it’s difficult to name two or three things you have some ability in or just plain love to do, think about things others do that you would like to do too and take some lessons or join an enthusiasts club. When you’re following your passion, not only will it have a therapeutic effect, but you’ll feel unique and accomplished, all of which can help build your self confidence. Plus, adding a variety of interests to your life will not only make you more confident, but it will increase your chances of meeting compatible friends!

5. Be thankful for what you have. A lot of the times, at the root of insecurity and lack of confidence is a feeling of not having enough of something, whether it’s emotional validation, good luck, money, etc. By acknowledging and appreciating what you do have, you can combat the feeling of being incomplete and unsatisfied. Finding that inner peace will do wonders for your confidence.

6. Be Positive, even if you don’t feel positive. Avoid self-pity, or the pity and sympathy of others. Never allow others to make you feel inferior–they can only do so if you let them. If you continue to loathe and belittle yourself, others are going to do and believe likewise. Instead, speak positively about yourself, about your future, and about your progress. Do not be afraid to project your strengths and qualities to others. By doing so, you reinforce those ideas in your mind and encourage your growth in a positive direction.

7. Look in the mirror and smile. Studies surrounding what’s called the “facial feedback theory” suggest that the expressions on your face can actually encourage your brain to register certain emotions. So by looking in the mirror and smiling every day, you might feel happier with yourself and more confident in the long run.

8. Fake it. Along the same lines of smiling to make yourself feel happy, acting confident might actually make you believe it. Pretend you’re a completely confident version of you; go through the motions and see how you feel.

9. Stick to Your principles. It might be tough, but if you don’t have something you can believe in, you don’t have anything. If you don’t stand for something, you will fall for anything. No matter what’s happened in your life, you can always lay claim to the fact that from this day forward, you’ve followed your principles to the best of your ability.

10. Help others. When you know you’re kind to the people around you, and are making a positive difference in other people’s lives (even if it’s just being kinder to the person who serves you coffee in the morning), you’ll know that you are a positive force in the world–which will boost your self confidence. Go volunteer twice a month at an elementary school. Bake something for your neighbor for no reason. Confidence that you have earned is the most long-lasting.

11. Stop worrying. What worries you today will be forgotten by you and people around you tomorrow. Can you remember what you were so worried about the same day the same time last week? If not, then you should not worry right now. You will not worry about it even one week from now.

Sabtu, 29 November 2008

Selamat Hari Guru .........

Semoga Dunia Pendidikan Indonesia lebih terarah, Profesional, dan
mampu menghadapi dengan bijak tantangan global khususnya pada dunia
pendidikan. Karena guru adalah ujung tombak keberhasilan dunia
pendidikan di negara kita. Kita bersyukur dengan adanya tunjangan
profesi yang ada sehingga bisa mendorong kita lebih profesional,
namun jangan semua itu dijadikan sebagai persaingan dan menempuh
dengan cara-cara yang tidak profesional untuk mendapatkan tunjangan
tersebut. Mari kita bekerja (mengajar) dengan ikhlas karena dengan
keikhlasan hasilnya pasti jauh lebih baik, tanamkan pada diri
kita "Ilmu yang kita berikan pada anak didik kita adalah amal
jariyah yang akan dinilai akhirat nanti.

Sukses selalu untuk Guru Indonesia, Jaya Guruku Jaya Bangsaku..

Salam Hangat dari guruanda

Kamis, 04 September 2008

Hypnoteaching

Bayangkan pada suatu ketika terdapat sebuah kelas pada sebuahsekolah. Bayangkan seluruh siswanya adalah anak-anak yang luar biasa(meskipun semua orang di lingkungannya melihat mereka sebagaianak-anak yang biasa-biasa saja). Bayangkan wajah-wajah siswa yangbegitu ceria. Karena mereka sangat senang bersekolah. Mereka datangtepat waktu dan sering menuntut sang guru untuk memberikan waktutambahan untuk pelajaran. Mereka sangat berbeda dari siswa-siswa padaumumnya di negeri ini. Para siswa di kelas ini sangat gemar sekalimengikuti setiap sesi pelajaran di sekolah. Hingga mereka akan kecewajika harus bertemu dengan hari libur. Hingga mereka akan benar-benarbersedih jika ada guru yang berhalangan. Bukan pura-pura bersedihkarena norma yang telah diajarkan. Sangat berbeda dari siswa-siswakebanyakan, yang akan selalu menunggu hari libur. Atau bersorak dalamhati ketika ada guru yang berhalangan.Cerita tersebut adalah harapan setiap pendidik. Dan saya katakansebenarnya karena cerita tersebut adalah cerita rekaan. Karena mungkinsaat ini hanya ada di negri antah berantah.Ketika saya menyajikan sesi empowerment untuk meningkatkan semangatbelajar di beberapa sekolah, saya menemukan kesamaan pada setiapsiswa. Yaitu setiap siswa akan sangat senang ketika menghadapi harilibur, dan sangat gembira jika guru pengajarnya berhalangan hadir.Mereka lebih senang mengikuti aktivitas non akademis daripadaaktivitas belajar akademis. Andaikata ada yang sangat menyukai,jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Atau mungkin sebenarnya jika dijawab dengan jujur dari lubuk hatiyang paling dalam. Hal tersebut juga terjadi pada Anda ketika masasekolah dulu ? Sangat merindukan waktu liburan, atau bahkan membuathari libur sendiri ketika seharusnya hari aktif mengikuti pelajaran ?Atau bahkan bersorak gembira ketika ada guru yang berhalangan hadir ?Kejadian tersebut selalu terjadi. Sejak Anda menjadi siswa, hinggakini giliran anak atau cucu Anda yang menjadi pelajar. Pertanyaannyaadalah mengapa siswa lebih menyukai hari libur daripada hari aktif ? Mengapa siswa lebih memilih membaca komik daripada buku pelajaran ? Mengapa siswa lebih gemar nonton konser musik daripada mengikuti sesitambahan pelajaran di sekolah ?Coba sekarang bayangkanlah Anda kembali menjadi siswa. Bayangkankondisi tersebut beberapa puluh tahun yang lalu. Kira-kira apa yangmembuat anda tertarik. Jawab dengan jujur dari lubuk hati seorangpelajar. Bercanda bersama teman atau berdiskusi tentang pelajarandengan guru Anda ?Ya…. Pasti. Banyak dari Anda yang lebih senang menghabiskan waktuuntuk bercanda dengan teman daripada berdiskusi tentang pelajaran.Pertanyaannya kembali saya utarakan. Mengapa hal tersebut terjadi ? Anda pasti telah bisa menjawabnya sendiri. Menjawab dengan jujur danpenuh perasaan. Bahwa kegiatan belajar dan segala hal yang berkaitandengan itu adalah hal yang membosankan, memuakkan, dan berbagaisebutan negative lainnya. Apakah betul demikian ?....Jika hal ini diteruskan, maka bangsa ini akan berada pada status quoperkembangan pemikiran. Ketika ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yangmemuakkan, dan hura-hura adalah sesuatu yang selalu dibutuhkan. Makaakan lahirlah generasi hura-hura yang terbelakang. Sangat primitivebukan ??Berikutnya saya akan berbagi cerita dengan Anda, yang berprofesisebagai pendidik atau guru yang professional. Saya akan curhat padaAnda tentang sebuah strategi membuat siswa-siswa anda menjadi lebihsenang belajar daripada membaca komik. Sebuah cara yang revolusioner,yang diramu dari berbagai rahasia kesuksesan umat manusia, rangkaianilmu yang telah dilakukan dan dikembangkan sejak ribuan tahun yanglalu. Trik yang sangat jitu dan telah dilakukan oleh orang-orangmodern untuk mencapai kesuksesan dalam karirnya. Sebuah formula yangmembuat siswa-siswa Anda tercengang dan kagum setengah mati pada matapelajaran yang Anda sajikan. Hingga siswa-siswa Anda lebih memilihuntuk mengikuti jam tambahan mata pelajaran Anda, daripada nontonkonser artis idola.Trik yang akan saya bagikan ini sebenarnya adalah rahasia orang-orangyang telah sukses pada karirnya. Dan sekarang ingin saya bagikan padaAnda. Kemudian dapat Anda simpan dan jadikan sebagai pusaka kesuksesanAnda dalam mendidik. Atau bahkan Anda ajarkan pada rekan Anda, yangmemiliki visi yang sama dengan Anda.Rahasia ini sangat bernilai tinggi. Karena ketika Anda mengetahuinya,kemudian melatih kemampuan Anda tersebut dari waktu ke waktu. MakaAnda akan menjadi seorang pendidik yang dahsyat. Mungkin malah Andabisa menjadi rebutan banyak institusi sekolah atau instansi untukdiajak bekerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pengetahuan anakdidik.Oleh sebab itu, rahasia ini akan saya berikan pada Anda yangBENAR-BENAR INGIN MENJADI PENDIDIK YANG PROFESIONAL. Khusus untuk Andayang memiliki dedikasi yang tinggi di dunia pendidikan. Jika Anda berprofesi sebagai pendidik hanya untuk mengejar statuskepegawaian, atau mencari sertifikasi, saya sarankan segera tutupartikel ini, dan lanjutkan aktivitas browsing Anda. Karena Anda akanmerasa sangat TIDAK NYAMAN. Sekali lagi TIDAK NYAMAN jika Anda tetapmembaca artikel ini.Meski demikian, jika Anda adalah pendidik yang selalu inginMENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DIRI ANDA. Ataupun Anda memiliki komitmendalam hati untuk MENCERDASKAN ANAK DIDIK Anda secara tulus dan ikhlas.Saya sarankan untuk tetap membaca lanjutan artikel ini. Karena sayaakan lebih dalam bercerita pada Anda tentang HYPNOTEACHING. Sebuahpusaka yang akan membawa Anda pada kesuksesan gemilang sebagaipendidik. Di akhir tulisan ini, saya mengutarakan apresiasi yangtinggi pada Anda, serta saya persilahkan untuk melanjutkan padalanjutan artikel ini dengan judul "Hypnoteaching 2". Terimakasih.

Sabtu, 23 Agustus 2008

Membangkitkan 7 Potensi Kecerdasan Anak

Pada malam-malam musim salju, ayahku biasa membahagiakanku
dan saudara-saudara kandungku dengan permainan berburu harta karun. Sebuah
malam akan berakhir sempurna jika ditutup dengan dongeng. Lima
anak berkerumun mengelilingi ayah yang duduk di kursi malas yang besar, dan
dengan takjub, sang anak mendengarkan cerita-cerita ayah tentang Brighty of the Grand
Canyon, The Littlest Angel, atau Paddle-to-the- Sea. Pada saat-saat seperti itu, rasa-rasanya seluruh
isi dunia tenggelam di sekitar kursi malas tua berwarna biru-hijau.

Ya, kami memang
belajar dengan cara alami seperti layaknya anak-anak belajar. Pertama-pertama, tentu saja, dengan
mengamati, mencoba-coba, kemudian meniru. Sementara itu, ayah dengan lemah lembut menuntun
semua upaya kami. Tidak heran, jika saya keluar dari masa kanak-kanak dengan
sejumlah keahlian. Saya bisa melukis, menjahit, dan merancang perabot rumah.
Saya bisa membedakan bangunan bergaya Gothic dari bangunan bergaya Romawi Kuno.

Oh ya, saya juga
tahu bahwa bunga kamelia menyukai tepat yang teduh, sedangkan jagung tidak. Saya
tidak perlu banyak waktu untuk bersenang-senang. Asal ada sedikit waktu untuk
melihat-lihat dan menjelajah, saya akan mampu menyenangkan diri berjam-jam
secara kreatif dan produktif. Bagi saya, pikiran adalah alat untuk menciptakan
dan memecahkan berbagai permasalahan yang menarik.

Namun, yang lebih
menarik lagi dari semua itu, dalam diri saya tertanam enam keyakinan penting
yang memperkaya setiap jam masa dewasa saya. Keenam keyakinan penting tersebut
adalah:

Pertama, rasa ingin tahu adalah mainan terbaik yang pernah dijual di toko.

Kedua, masalah adalah peluang untuk menjadi cerdas.

Ketiga, jika kita ragu-ragu, cari segera informasi di dalam buku.

Keempat, jangan takut bertualang.

Kelima, parade merupakan kegiatan yang paling menarik dalam suatu kota, baik
ketika kiita memimpin marching band
atau ketika kita hanya menonton di pinggir jalan.

Keenam, kasih sayang dan minat yang sungguh-sungguh dari kedua orangtua merupakan
senjata yang ampuh untuk menghadapi semua tantangan hidup.

(Ternyata,
merujuk ke cerita di atas, belajar itu sangat mengasyikkan ya? Kisah di atas
dituturkan oleh Laurel Schmidt, penulis buku yang indah, Seven Times Smarter. Schimdt pernah menjadi guru dan kepala
sekolah. Buku karyanya, yang saya kutip itu, merupakan buku yang membahas multiple intelligences dari sudut
pandang seorang ibu---seorang ibu yang membuat rumah dan lingkungannya menjadi
ajang belajar yanhg sangat mengasyikkan bagi putra-putrinya dalam menumbuhkan
jenis-jenis kecerdasan sebagaimana diidentifikasi oleh Howard Gardner. Andaikan
sekolah-sekolah kita menjadikan keyakinan keenam yang ditulis Schimdt sebagai
dasar-utama pendidikan. Betapa mengasyikkan belajar di sekolah ya?)